Manajemen Diri dan Komunikasi Persuasi Seorang Guru di SDIT Ibnu Abbas

IBBAS CIKARANG – Berbicara tentang kualitas pendidikan, tentu sorot mata itu akan tertuju pada sosok figur yang menjadi sentral di dalam setiap aktivitas terkait dengan pendidikan itu sendiri. Figur itu ialah guru, dia-lah yang menentukan baik atau tidaknya kualitas pendidikan secara keseluruhan.

Bagaimana tidak, sebab gurulah yang memegang peranan penting dalam membangun karakter, intelektual maupun emosional peserta didiknya. Khususnya di dalam dunia pendidikan yang memang diselenggarkan secara formal, seperti sekolah.

‘Manajemen Diri dan Komunikasi Persuasi Seorang Guru’ adalah salah satu kegiatan seminar yang diselenggarakan dengan tujuan pembinaan dan pengembangan diri seorang guru. Selain itu, untuk meningkatkan kualitas seorang guru di dalam cara berkomunikasi, itu pun sangatlah penting untuk menjadi bagian dari tujuan adanya seminar tersebut. Dan seminar itu sendiri diadakan oleh pihak Manajemen Sekolah Islam Terpadu Ibnu Abbas, dengan mengundang pemateri dari luar yaitu Bapak Alif Abu Ibrahim, M.Pd, MA.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh tenaga pendidik atau guru yang mengajar, baik di TKIT Ibnu Abbas maupun di SDIT Ibnu Abbas Cikarang. Menurut Ketua Yayasan Ash Shiroth Al Mustaqiem yang juga hadir pada kegiatan tersebut, ikut menyampaikan bahwa program seminar seperti ini memang akan rutin untuk diselengarakan.

“Program pemberdayaan guru Ibnu Abbas ini, akan rutin untuk diadakan sebagai wujud kepedulian terhadap kualitas seorang guru,” ujar Ustadz Abu Miqdad, Ketua Yayasan Ash Shiroth Al Mustaqien dalam membuka kegiatan seminar tersebut, Cikarang (12/01/2019).

Kegiatan seminar ini terbagi ke dalam 3 sesi, yang secara keseluruhan membahas bagaimana cara pengembangan diri dan menjadi seorang pembicara yang baik, atau Self Development For Teacher and Be a Good Communicator.

Self Development seorang guru artinya bagaimana mengatur pola hidup agar bisa menciptakan feedback atau respon yang baik bagi dirinya dan lingkungannya. Salah satu hal tersebut dapat dimulai dengan membuat visi (niat) yang baik untuk menjadi seorang guru. Dan disamping itu, perlu juga dirancang sebuah goal setting untuk memaksimalkan peran menjadi seorang guru.

Menurut bapak Alif Abu Ibrahim, terdapat 5 aspek penting goal setting untuk bisa memaksimalkan diri menjadi seorang guru, diantaranya:

  1. Aspek pengembangan keagamaan (spiritual)
  2. Aspek intelektual / kognisi
  3. Aspek emosional (fitrah)
  4. Aspek perilaku
  5. Aspek fisik / jasadiyah

Berdasarkan aspek yang telah disampaikan itu, hendaknya seorang guru dapat menyadari bahwa ada sebuah peran penting di dalam dirinya, yang menjadi penentu kualitas dari proses pendidikan. Kemudian pada akhir sesi itu, pemateri menyampaikan bahwa seorang guru adalah seorang pemimpin.

“Guru adalah seorang pemimpin, dia tidak bisa membimbing atau memimpin muridnya, sebelum dia melakukan itu pada dirinya sendiri.” ujar Bapak Alif Abu Ibrahim, pemateri seminar Self Development For Teacher and Be a Good Communicator, Cikarang (12/1/2019).

Pers-Ibbas

Scroll to Top